Chapter 10 – My Beloved Model // YunJae // Yaoi

Title : (FF) My Beloved Model

Rating : Yaoi / (NC 21-tergantung sikon)

Main Cast : YunJae, Yoochun, JunSu, Changmin

OC  name from readers: Kim Laila, Lely, Han Seira, Park Jaehyun, Kim Jaezee

Disclaimer : Semua nama, image dan tempat di FF ini bukan milik saya, cerita FF ini asli milik author

Author : Galaxyredocean a.k.a Raing

Genre : Romance, humor, (mystery ?)

Language : Bahasa Indonesia

Chap : 1- ?

Previous

“lalu dimana Boojae sekarang ?” tanya orang tua itu lagi tersadar putra nya masih berada di situ.

Yunho tersenyum, “Dia ku ungsikan sementara di hotel Jeju.” Sahut nya menyeringai.

Hotel – Jeju Islands

Kemarin Jaejoong menikmati perjalanan nya menggunakan private jet dan tidur disebuah kamar type penthouse di hotel milik Yunho, cukup dengan sebuah kartu akses yang di berikan oleh Yunho dia sudah bebas melakukan apapun yang diinginkan nya di hotel ini, penthouse berjenis resort dengan dua kamar tidur, terpisah tersendiri dari bangunan hotel yang menjulang tinggi, dengan pemandangan indah di balkon yang menjorok ke arah laut, tentu saja dia ingin menikmati nya bersama Changmin dan Kyuhyun, tanpa kedua nya hal yang tidak mungkin dia berhasil membuat kepanikan pada Yunho dan magazine’s company.

“Bwahahaha….” Jaejoong tertawa keras mendengar cerita Changmin dan Kyuhyun tentang kehebohan di magazine’s company, persis seperti keinginan nya ketika sengaja memerintahkan kedua teman nya itu untuk membuat sebuah sensasi mengenai diri nya, “Jung Yunho siapa yang diperdaya dan siapa yang memperdayai !”, teriak nya lantang menghempaskan tubuh nya di tempat tidur, senyum kemenangan di wajah Jaejoong berhasil membuat laki-laki tampan itu terlihat tegang menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari wartawan yang meliput press conference, di tujukan pada company dan laki-laki yang seenak nya telah memperdayai dirinya.

Mati-matian dia mengeluarkan seluruh acting nya di hadapan Yunho mengelak dia tidak tahu menahu mengenai berita tersebut, sekilas dia berpikir akan mencoba berakting di sebuah drama atau film yang selama ini sering di tolak nya.

“yeoboseyo… eomonim !” Jaejoong berteriak senang ketika di layar ponsel nama sang umma adalah penelphone nya, “aku baru saja sampai di Jeju.” ucap nya bohong ketika sang umma bertanya dimana dia sekarang ini, kemarin dia tidur seharian di kamar, “aku di luar negeri selama satu minggu.” Jaejoong menjelaskan kepada sang umma ketika wanita yang disayangi nya itu mengomel kesulitan menghubungi nya. “arrasoyo.. ne umma, tentu saja aku akan menemui umma, masak yang enak, sampai ketemu umma, saranghae.” Sahut nya senang karena sudah lama tidak menyempatkan waktu mengunjungi umma nya.

Changmin dan Kyuhyun menempati kamar yang lebih kecil dari kamar Jaejoong. Kedua nya kegirangan setengah mati mendengar mereka akan makan malam di rumah umma Kim, membayangkan masakan lezat yang akan tersaji di meja setiap mereka datang berkunjung. lalu Jaejoong menghubungi pihak hotel untuk menyediakan kendaraan sewaan yang di ingin kan nya, tidak tanggung-tanggung Jaejoong memilih sedan Porsche. “apakah bisa ?” tanya nya ketika petugas hotel dibagian sewa kendaraan menanyakan apakah tagihan tersebut di masukkan kedalam tagihan owner, “itu lebih baik andaikan bisa, masukkan saja.” Jawab nya senang ketika petugas itu mengatakan dengan kartu akses milik owner, Jaejoong bisa membebankan tagihan apapun selama dia menggunakan fasilitas di hotel tersebut. Menyeringai licik memegang sebuah kartu yang mirip seperti kartu credit card.

Tak perlu menunggu lama ponsel nya berdering, nama sang owner hotel terlihat di display ponsel.

“wae !” sahut nya ketus menerima telephone dari Yunho, “Yaaa… mana kutahu, petugas itu mengatakan aku bisa membebankan nya pada kartu milik mu !” jengkel mendengar protes suara di seberang nya keberatan dengan jenis kendaraan yang di sewa, nampak nya setiap transaksi menggunakan kartu itu langsung di konfirmasikan kepada sang owner.

“kalau kau keberatan, aku akan menggunakan taxi atau kendaraan umum, ohh senang sekali usai press conference mu tadi orang-orang disini akan melihat ku dan mengatakan, hi.. kim Jaejoong sedang bersembunyi di Jeju, kujamin halaman hotel mu di penuhi oleh para media, dan besok akan muncul sebuah berita, Jung Yunho mempunyai skandal baru, menyembunyikan model terkenal Kim Jaejoong di salah satu hotel nya !” ucap nya dengan cengiran evil.

“aniyo.., tentu saja aku tidak sebodoh itu, aku hanya ingin mengunjungi ibu ku nanti malam.” Jawab nya ketika Yunho mengatakan supaya dia jangan berpergian ke tempat umum selama di Jeju, nampak nya laki-laki itu sudah pasrah dengan ancaman Jaejoong.

“eh.., ne ibu ku memang tinggal di Jeju, sudah jangan banyak tanya !” lama kelamaan Jaejoong kesal karena Yunho terlalu cerewet mengatur dirinya.

Kim Family Residence.

PLAAAKK….

“kyaaa.. eomonim, appo !” Jaejoong berteriak memegang kepala nya, ketika umma Kim bukan nya memeluk dirinya ketika bertemu, tetapi melayangkan sebuah spatula kayu di kepala nya.

Wanita berumur setengah abad lebih itu masih terlihat cantik dan muda dari umur sebenar nya, kulit putih cemerlang seperti milik putranya. “Yaaa.. kemana saja kau selama satu minggu tidak menelephone ku !” protes wanita itu memberengut kan bibir nya persis seperti Jaejoong apabila sedang kesal.

PLAAAKK….

Lagi-lagi kepala Jaejoong menjadi sasaran sang umma, ketika dia hendak memeluk umma Kim, kali ini sebuah tabloid local mendarat di kepala nya, Jaejoong tersenyum melihat ulah sang umma lalu kedua nya berpelukkan saling melepas kan rindu.

Tapi pelukan itu tak berlangsung lama, umma Kim memperlihat kan halaman cover tabloid di tangan nya, “ini apa !” seru nya menunjuk photo putra nya bersama seorang laki-laki sedang berciuman di sampul depan tabloid tersebut. “Jaejoongie.. kau mengenal laki-laki ini ?, kapan dan dimana kau mengenal nya ?, apakah kalian berpacaran ?, apakah kau menyukai laki-laki ?” umma Kim memberondong putra kesayangan nya dengan pertanyaan yang di simpan nya sejak skandal Jaejoong muncul di media.

Sengaja tak menghiraukan pertanyaan umma nya, dia pura-pura merajuk, “eomonim aku lapar.” Bibir Jaejoong memberengut tangan nya memegang perut  yang terus berbunyi sejak sore tadi, “di depan ada Changmin dan Kyuhyun, mereka datang bersama ku dari Seoul.”

“ye.. sebentar lagi makan malam segera siap, Minnie-aaah !” umma Kim berteriak memanggil Changmin, anak muda yang di sukai nya karena selalu menghabis kan apapun yang di masak oleh wanita itu dengan lahap dan tentu saja berbagai pujian selalu di ucakan Changmin yang pintar mengambil hati umma Kim.

“Annyeonghaseyo eomonim, apa kabar ? oh wangi nya dapur ini, eomonim pasti memasak sesuatu yang lezat sekali.” Changmin bersama Kyuhyun masuk ke dapur dan memberi salam kepada umma Kim, tak lupa melontarkan sebuah pujian untuk umma Kim.

Umma Kim memeluk anak muda yang jangkung itu, Changmin membungkukkan bahu nya agar umma Kim dapat memeluk nya, “aku merindukan mu, apakabar umma mu, apakah nyeri luka di kaki nya sudah sembuh ?, dia tidak hadir pada pertemuan bulan lalu, padahal kami berkumpul ingin merayakan ulang tahun ibu mu.” Ucap umma Kim yang mengenal baik orang tua  Changmin, sebab ibu nya Changmin dan Kyuhyun adalah teman satu sekolah nya ketika di high school dan pertemanan mereka masih berlanjut sampai hari ini.

“aigoo.. Kyu, lama kita tidak bertemu.” Umma Kim memeluk Kyuhyun, “hei.. umma mu mengeluh kepada ku, katanya kau kabur ketika hendak di jodoh kan dengan putri teman bisnis appa mu eoh !” umma Kim sudah menjewer telinga Kyu,

“aaaa… eomonim.” Kyuhyun menjerit kesakitan, jeweran umma Kim terkenal sangat perih dan kini membekas merah di telinga Kyuhyun.

“Chunnie tidak bersama kalian ?” tanya nya keheranan.

“Cih… masih saja para ajumma tua berkumpul menggosipkan putra nya masing-masing !” Jaejoong mencibir kearah umma nya yang menjabat sebagai kepala geng wanita sewaktu muda nya dulu.

Umma Kim tidak memperdulikan sindiran putra nya, dia sudah sibuk menyuruh Changmin dan Kyuhyun untuk membawa masakan yang telah matang ke meja makan. “yaa.. Jaejoongie, tolong aduk sup itu dan masukkan lobak nya !” perintah umma Kim, suara nya masih nyaring dalam hal memerintah, sama ketika dia memerintahkan anak buah nya yang tak lain adalah ibu nya Changmin, ibu nya Kyuhyun dan ibu nya Yoochun, mereka berempat terkenal dengan kecantikan dan kepremanan nya sewaktu bersekolah di high school.

-

-

 “masitge deuseyo” umma Kim mengucapkan selamat makan.

“jal meokgessseumnida.” Mereka bertiga pun menjawab ucapan terima kasih sebelum menyantap hidangan yang tersaji di meja makan

“Yaaa… eomonim aku kan putra mu !” Jejoong protes karena sejak tadi kedua tangan umma Kim sibuk menaruh lauk dan memisahkan duri ikan untuk Changmin dan Kyuhyun.

“Makan lah yang banyak nak.” Seru nya kepada kedua putra teman nya, dan umma Kim melotot kearah putra nya sendiri, “jangan makan terlalu banyak, pipi mu jelek apabila terlalu gemuk !” ucap umma Kim sambil menaruh potongan ikan di mangkuk nasi putra nya.

“Jaejoongie…, mengenai berita di tabloid tadi, yaaa… sopan lah sedikit apabila sedang makan !” lagi-lagi umma Kim mengomeli putra nya, di sodorkan nya segelas air ketika Jaejoong hampir tersedak ikan yang sedang di kunyah nya saat sang umma kembali bertanya mengenai photo di tabloid tadi.

Terburu-buru Jaejoong menghabis kan segelas air yang di berikan oleh umma nya, di pikir nya umma sudah melupakan tentang tablid tersebut. Sambil menepuk-nepuk dada nya yang sesak dia berkata “eomonim mianhaeyo, tetapi eomma baca sendiri kan isi artikel tersebut bukan kesalahan ku.” berusaha membela diri nya, dia pura-pura tidak melihat lirikan Changmin.

“arraso.. umma sudah membaca nya, lalu mengapa kau tidak menuntut laki-laki itu ?” kata umma Kim dengan santai sambil menyendokkan sup yang kedua di mangkuk Changmin.

“eh…, perlukah ?” wajah Jaejoong pura-pura polos.

“Pabo !, tentu saja kau harus menuntut nya, mereka telah mencemarkan nama mu !” mata indah wanita itu membelalak kepada putra nya. “atau jangan-jangan kau sudah bernegosiasi dengan mereka eoh ?” mata orang tua itu tidak bisa di bohongi oleh putra nya sendiri.

“ugh.. ne, aku sudah bernegosiasi dengan pihak mereka.” Jawab nya pelan takut di marahi umma nya yang terkenal preman sewaktu muda dulu.

“aigooo… Jaejoongie !” umma Kim terburu-buru menyuapkan suapan terakhir nya, lalu menyuruh Changmin mengambil kan dua botol soju di lemari pendingin. “apabila kalian sudah selesai, bawa piring-piring kotor ke dapur, umma perlu penjelasan dari mu Jaejoongie!” Kata-kata nya begitu tidak sabaran ingin mendengarkan persoalan yang sebenarnya dari mulut Jaejoong

Ketiga anak muda itu cepat-cepat membereskan piring-piring yang sudah kosong tak bersisa sedikit pun makanan sebanyak yang tersaji sebelum nya. Changmin datang membawa dua botol soju dan empat gelas, dia menuangkan nya ke gelas umma Kim yang langsung diteguk sekaligus oleh wanita itu. Mereka sudah tidak heran melihat sang umma dan putra nya adalah termasuk yang kuat dengan minuman beralkohol.

“Duduk lah !” perintah nya kepada tiga anak muda kesayangan nya.“ceritakan kepada umma apa yang terjadi sesungguh nya ?” mata nya melirik tajam kepada Jaejoong, Changmin dan Kyuhyun, “jangan coba-coba berbohong !” wanita cantik itu memperingatkan.

Seperti yang sudah-sudah Jaejoong selalu berterus terang kepada ibu nya tentang semua gossip atau skandal mengenai diri nya, tidak jarang pula Jaejoong mendapat amukan sang umma dengan ujung-ujung nya adalah sebuah nasihat atau bagaiman dia harus bersikap.

Di teguk habis isi soju di gelas nya sebelum memulai cerita, diawal kejadian ketika dia di pasangkan dalam satu sesi pemotretan dengan Yunho, lalu tanpa di ketahui nya Yunho telah melakukan dua pose tersebut di luar script, bersambung ke cerita ketika dia terpedaya oleh Yunho untuk membantu nya berpura-pura menjadi seorang yeoja di hadapan Mr, Jung.

Tiba-tiba umma Kim memotong cerita putra satu-satu nya, “MWO.. !, jadi kau sudah bertemu dengan Jung Yunmo !” terbelalak tanpa sadar menyebut nama lengkap Mr. Jung.

Jaejoong, Changmin dan Kyuhyun terkejut mendengar spontanitas ucapan umma Kim, “eh.. apakah eomonim mengenal ayah nya Jung Yunho ?” Kyuhyun memberanikan diri bertanya kepada umma Kim sahabat ibu nya.

“Tentu saja, aku dan ibu kalian mengenal nya !” geram umma Kim sambil meneguk gelas kedua berisi soju, ujung bibir nya mengerucut cemberut dengan wajah nampak kesal, “teruskan cerita mu, pabo!.” Seru nya sambil menggerutu kebodohan anak nya. Dilihat nya ketiga anak muda itu sedang melongo terbengong-bengong mendengar bahwa umma mereka mengenal Mr. Jung. “nanti akan kuceritakan bagian itu.” Sahut nya menunggu Jaejoong meneruskan cerita nya.

“Ne umma, sampai Chunnie mencuri dengar cerita dari tangan kanan Yunho di magazine’s company, ugh.. aku habis-habisan di marahi oleh Chunnie, ternyata Yunho dan Mr. Jung membuat sebuah permainan untuk mengerjai ku dengan imbalan dua buah hotel untuk Yunho.”

BRAAAKK….

Ketiga nya terlonjak terkejut ketika sang umma meletakkan botol soju yang sudah kosong begitu keras di permukaan meja. muka cantik nya merona merah karena soju dan bercampur kesal, “teruskan !” geram nya pelan.

Jaejoong memandang takut-takut kearah umma nya, menelan ludah nya sesaat dan meneruskan cerita nya, berbagai kejahilan yang di lakukan nya hingga dia pura-pura menangis dan tentu saja tidak lupa menyebutkan tiga persyaratan perjanjian nya dengan Yunho, kecuali ciuman dan kejadian pagi hari di kamar Yunho tidak dia ceritakan, Changmin dan Kyuhyun juga tidak mengetahui nya, hanya dia yang tahu. Menambahkan cerita nya tentang keputusan Jaejoong untuk memutuskan kontrak dengan pihak magazine’s company, sengaja dia lakukan untuk menggertak Yunho, karena dia tahu company itu akan kalang kabut apabila dia mendadak begitu saja memutuskan kontrak.

“Hahahaha… Bagus, itu baru anak umma ?” umma Kim tertawa terbahak-bahak, memuji kepintaran anak nya. “lalu.. terus kan nak ?” senyum manis nya tersungging di wajah nya yang cantik, sebuah senyum yang waktu di masa muda nya dulu mampu meluluh kan setiap laki-laki yang melihat senyum itu.

“MWO !” jadi itu perbuatan mu, aigooo…, pintar nya anak umma.” Sahut nya ketika Jaejoong berterus terang kedua photo itu di dapat nya dari tab milik Yunho dan menyuruh Changmin untuk mengupload nya, sang umma memeluk putra kesayangan nya yang sempat kabur dari rumah ketika mendiang suami nya melarang Jaejoong untuk ikut sebuah audisi pemilihan model pria.

“ngg.. lalu eomonim bagaimana bisa mengenal Mr. Jung, maksud ku ibu kami pun mengenal Mr. Jung ?” tanya Changmin, sejak tadi dia penasaran ingin mendengar kan cerita itu dari umma Kim.

“Hahaha… di Gwangju dulu siapa yang tidak mengenal kami  berempat.” Kedipan mata umma Kim mengingatan cerita masa lalu tentang persahabatan umma mereka di high school dulu.

“a ye.. tentu saja, aku baru ingat keluarga Jung berasal dari Gwangju, jadi… Mr. Jung apakah teman satu sekolah dengan eomonim ?” Jaejoong baru ingat haraboji dari pihak umma nya adalah pegawai pemerintahan sehingga sering berpindah-pindah tugas.

“Benar, kami satu sekolah ketika duduk di bangku high school, umma mu baru datang ketika kami duduk di kelas dua.” Ucap nya mengarahkan kepala nya kepada Changmin. “Tahukah kalian Jung Yunmo mengejar-ngejar umma ?” senyum nya malu-malu mengingat masa muda nya yang begitu menyenangkan dia lewati bersama sahabat-sahabat nya.

“Haaaa…!” tampang ketiga nya kembali melongo terbengong-bengong tidak mengira orang tua mereka mempunyai kisah yang menarik di masa muda nya.

Umma Kim bercerita sebagian sudah diketahui oleh ketiga nya, dimana pada waktu semasa high school empat orang yeoja sangat terkenal di mata semua pelajar yang bersekolah di Gwangju, empat orang yeoja bersahabat erat terkenal dengan kecantikan dan kelembutan nya, Kim Jaezee yang tak lain adalah umma Kim sebagai pemimpin geng wanita tersebut, cantik dan feminim, seperti itulah gambaran orang-orang yang melihat mereka berempat sepintas lalu, tapi jangan coba-coba berani berbuat jahil kepada mereka, Kim Jaezee menguasai ilmu bela diri Hapkido, umma nya Kyuhyun menguasai ilmu bela diri tertua di Korea yaitu Ssrieum, umma nya Changmin dan Yoochun menguasai ilmu bela diri taekwondo.

Sedikit sekali orang yang mengetahui keahlian ke empat yeoja cantik ini, kecuali mereka-mereka yang pernah merasakan tendangan atau bantingan dari salah satu yeoja tersebut. Salah satu nya adalah Jung Yunmo kepala geng laki-laki di sekolah yang sama dengan keempat sahabat itu.

“Huahahaha…” Changmin tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut nya, ketika umma Kim bercerita mereka berempat mengerjai Mr. Jung yang setengah mati mengajak umma Kim muda untuk berkencan.

“Lalu, eomonim berkencan dengan Mr. Jung ?” tanya Jaejoong yang ikut tertawa sampai air mata nya keluar, bagaimana dia tidak tertawa, ketika umma nya bercerita Mr. Jung selalu membawakan nya bekal makan siang, tidak tanggung-tanggung umma Kim meminta empat box makan siang untuk sahabat-sahabat nya.

Umma Kim ikut tertawa bersama ketiga nya, dia tidak akan pernah lupa kejadian sewaktu masa high school nya, “oh andaikan umma kalian berada disini, tentu cerita kami akan semakin seru untuk kalian dengar, ah apalagi umma mu Minnie-ah, apakah kalian tahu appa nya Changmin adalah salah satu anak buah Jung Yunmo ketika itu ?” gelak tawa kembali terdengar dari bibir umma Kim.

“eh.. aku memang pernah mendengar appa pernah mempunyai geng ketika beliau bersekolah dulu, tetapi aku tidak tahu apabila Mr. Jung adalah pimpinan geng itu.” Jawab Changmin bingung, dia memang tahu appa dan umma nya berpacaran sejak duduk di high school.

Wanita yang masih cantik itu meneruskan cerita nya, “tentu saja aku berkencan dengan Jung Yunmo, uhmm.. umma juga waktu itu mengencani seorang namja dari sekolah lain, nngg… juga mendiang appa mu.” Sahut nya malu-malu.

“Yaaa.. eomonim nakal sekali, berapa banyak namja yang sudah eomma kencani ?” Jaejoong berteriak, sebab dia hanya tahu eomma nya mulai berpacaran dengan mendiang appa nya ketika duduk di bangku kuliah dan seorang pria sebelum mendiang appa nya.

“Hey.. jangan kalian kira berkencan anak muda jaman dulu sama dengan jaman sekaran.” Protes nya marah. “jaman dulu berkencan itu tidak ada cium-cium an, berpegangan tangan saja sudah senang sekali, ah sebaik nya kalian dengar kan dulu cerita umma, jangan di potong ne !” peringatan nya itu dijawab oleh anggukan ketiga nya.

“umma memang sengaja menerima berkencan dengan Jung sebab umma tahu dia sedang bertaruh dengan kepala geng dari sekolah lain untuk mendapat kan umma, taruhan nya tidak tanggung-tanggung mereka mempertaruhkan sepeda motor mereka masing-masing, pada saat itu hanya orang-orang kaya saja yang bisa membeli sepeda motor, eh.. umma juga mengencani kepala geng tandingan Jung yaitu mendiang appa mu.” Dilirik nya Jaejoong, Pipi umma Kim bersemu merona merah persis seperti Jaejoong apabila dia sedang tersipu malu.

“Heeee…. Jadi kedua-dua nya umma kencani, lalu siapa yang keluar sebagai pemenang ? mendiang appa ?, aaaaa… ampun eomonim.” Jaejoong berteriak kesakitan telinga nya di jewer oleh sang umma karena dia memotong cerita ibu nya.

Di usap-usap nya telinga anak laki-laki yang berwajah sangat mirip dengan diri nya, umma Kim melanjut kan cerita nya, “pada waktu itu tidak seorang pun yang menang, kami berempat hanya memanfaat kan kesempatan dari pertaruhan mereka, uhm.. misal nya setiap Jung mengajak umma menonton bioskop, umma kalian selalu ikut, begitu juga ketika mendiang appa Kim mengajak umma untuk jalan-jalan, umma kalian tidak pernah ketinggalan, ah kau tanyakan saja pada appa mu Minnie-ah, berapa banyak appa mu mentraktir kami pada waktu itu ketika appa mu mencoba mendekati umma mu, hahahaha…” gelak tawa nya terlihat bahagia mengenang mereka berempat memberikan pelajaran kepada laki-laki yang mata keranjang, dia tersenyum sendiri teringat ketika Jung berusaha untuk memeluk nya, dengan gerakan reflek dia memutar tubuh nya dan membanting Jung terjerembab ke tanah, hingga pimpinan geng laki-laki itu tidak masuk sekolah selama dua hari karena pundak nya terkilir, pemuda tampan berasal dari keluarga kaya raya yang terkenal playboy dan mempunyai 1001 macam akal untuk memperdayai setiap yeoja yang di kencani.

“Yaa.. Jaejoongie, kau harus lebih pintar dari anak laki-laki Jung, jangan mempermalukan nama besar umma mu ne, eh.. tapi kau tidak benar-benar menyukai laki-laki itu kan ?” mata hitam nya melotot kepada Jaejoong yang sudah mulai terkantuk-kantuk akibat soju yang diminum nya, Jaejoong memang selalu kalah dengan sang umma dalam urusan minum soju.

“aniyo eomonim !, aku hanya membalas perlakuan nya pada ku, nngg… tetapi apakah eomonim tidak menyesal, sekarang Mr. Jung sangat terkenal dan uhm.. tentu saja Mr. Jung lebih kaya dari pada mendiang appa, aaaa…. Eomoniiimm !” Jaejoong kembali cemberut berulang kali telinga nya di jewer, dia sengaja mengalihkan pertanyaan umma nya.

“walaupun Jung itu sukses dan masih terlihat tampan di usia nya sekarang ini, tetapi laki-laki tua itu tidak berani bertemu umma, awal tahun kemarin kami mengadakan reuni satu sekolah, umma datang terlambat karena pesawat delay, sehingga umma sampai di gwangju ketika acara sedang berlangsung dan menurut cerita appa nya Changmin, Jung langsung meninggalkan tempat acara ketika melihat umma baru datang.” wanita itu terkekeh geli.

“Waeyo ?” tanya ketiga nya bersamaan.

“Entah, mungkin dia malu bertemu umma, atau mungkin juga dia takut jatuh cinta lagi melihat umma masih cantik seperti dulu.” Kerlingan genit di mata wanita yang memang masih cantik itu nampak bercanda dengan putra-putra sahabat nya.

GUBRAAAKK… ketiga nya pura-pura pingsan mendengar candaan umma Kim.

Hotel – Jeju

Uughhhh… ! Jaejoong menggeliat kan tubuh nya berkali-kali, merasa sedikit pening di kepala akibat soju yang di minum nya semalam di rumah umma, mereka bertiga kembali ke hotel diantar oleh supir umma Kim yang sudah lama berkerja sejak mendiang Mr. Kim masih hidup, umma melarang mereka tidur di rumah sebab pelayan yang datang setiap hari untuk membantu nya membersihkan rumah, baru berkerja beberapa hari sementara menggantikan istri sang supir yang sedang pulang ke kampung nya, umma Kim tidak mau media mengetahui putra nya sedang berada di Jeju.

“Morning Boo, nyenyak sekali tidur mu…!” sebuah suara yang di hafal oleh Jaejoong sedang duduk di kursi, santai menikmati sarapan pagi nya.

Jaejoong kaget terbangun hingga dia terduduk, “Yaaa.. kapan kau datang dan seenak nya masuk ke kamar orang !” teriak nya dengan rambut yang berantakan dan muka nya bersungut-sungut baru bangun tidur.

Yunho menghirup teh dengan nikmat, “cuci muka dan sikat gigi mu, berapa botol soju kau minum tadi malam eoh ? sampai bibir mu masih berasa soju ketika aku mencium nya.” ucap nya berbohong, Yunho sangat menyukai suara Jaejoong yang masih mengantuk itu, kedengaran nya sangat seksi.

“eh.. ?” namja yang terlihat imut ketika bangun tidur itu refleks meraba bibir nya, mengusap bibir nya dengan kain selimut.

“pabo.., siapa yang sudi mencium bibir berbau soju itu eoh !” Yunho kembali mengolok-olok Jaejoong, andaikan saja tidak ingat sebuah janji di hati nya, mungkin sudah sejak tadi dia merasakan bibir cherry favorite nya itu.

Pemilik bibir itu memberengut turun dari tempat tidur, “siapa juga yang sudi di cium oleh mu !” gerutunya sambil masuk ke kamar mandi, sambil berpikir mau apa laki-laki itu datang sepagi ini dari seoul. Di dengar nya tawa Yunho menanggapi ucapannya.

“Mau apa kau kemari sepagi ini ?, apakah kau tidak takut tertangkap basah oleh media berada di kamar hanya berdua dengan ku ?” Jaejoong mengunyah sepotong roti kepunyaan Yunho yang diambil nya tanpa meminta ijin terlebih dahulu, tanpa disadari keakraban mereka sudah terjalin sejak mereka berlibur selama satu minggu kemarin di pulau.

“aku datang untuk menghentikan mu menggunakan kartu akses ku, cepat kembalikan !” tangan nya meminta kartu itu untuk segera di kembalikan, Yunho tercengang melihat jumlah tagihan yang sudah di charge di kartu nya, makanan, beberapa botol wine, spa, sewa kendaraan dan belum termasuk harga kamar yang tidak murah. mengenai kartu itu hanyalah alasan nya yang kesekian, mengapa dia berada di jeju sepagi ini.

“Huh !” Jaejoong berdiri memeriksa celana panjang yang di pakai nya tadi malam, tangan nya sibuk mencari-cari dompet milik nya, “mianhae Yunnie-ah, nampak nya dompet ku tertinggal di rumah umma ku semalam.” Dia berbalik sambil menyeringai kepada Yunho, di ingat nya semalam sewaktu dia ke kamar mandi sempat melepaskan celana panjang dan menaruh dompet di meja kamar umma nya.

“Jangan coba-coba membohongi ku.” seru nya melotot kan mata kecil nya kepada Jaejoong yang membalas dengan tatapan berwajah polos. Yunho berdiri menghampiri Jaejoong dan memeriksa sendiri celana panjang itu. “sungguh tidak kau sembunyikan ?” tanya nya tidak percaya, mencoba meraba-raba saku celana pendek yang dipakai oleh Jaejoong.

“Yaa.. geli !” Jaejoong menggeliat kan pinggang nya sigap menangkap tangan Yunho, dia pun mundur menghindar dari tangan Yunho yang berusaha memeriksa saku di celana pendek nya, “Jangan bohong, kau pasti menyembunyikan nya di celana pendek mu.” Yunho terus mendesak nya hingga Jaejoong tersudut di tembok, sehingga Yunho berhasil memeriksa saku celana pendek nya yang memang kosong.

“ah.. disini tidak ada, apakah ada di saku belakang mu ?” Yunho mempercayai apa yang di katakan oleh Jaejoong, dia hanya ingin bermain-main sebentar dengan namja manis yang membuat nya begitu rindu ketika semalam terbangun bermimpi namja itu tidur di sebelah nya seperti ketika mereka berlibur.

“Tidak ada Yunnie, sudah kukatakan tertinggal di rumah umma ku, yaaa.. geli !” Jaejoong menahan tawa nya karena Yunho bukan nya memeriksa saku belakang tetapi malah menggelitiki pinggang nya. “Hahaha…, yaaa Yunnie-ah !” pada akhir nya Jaejoong tidak dapat menahan tawa, tangan nya memegang lengan Yunho

“uhmm.. aku mencium dompet mu berada di sini,” bisik nya di telinga Jaejoong seraya menyibak kan helaian rambut Jaejoong yang menutupi daun telinga nya.

“Yun.. geliiii !” Jaejoong masih mengira Yunho mengajak nya bercanda. dia tertawa terbahak-bahak.

“Boo.. aku merindukan mu.” Tatapan mata Yunho menyorot kan kesungguhan dari kata-kata yang diucapkan nya. Yunho tidak menyangka mengucapkan kata itu malah membuat hati nya merasa lega.

Mata Jaejoong terbelalak lebar, dia merasa dunianya berputar sangat cepat, dia tahu apa yang di ucapkan oleh Yunho tadi bukan sekedar tipu daya laki-laki itu yang terlihat begitu jujur dari sorot matanya menatap Jaejoong. “Yun, aku namja dan kau namja, apakah mungkin kau merindukan ku sampai harus datang ke Jeju sepagi ini ?” berhati-hati mengartikan kata-kata yang terucap dari bibir laki-laki tampan di hadapan nya.

Jaejoong tidak mau mengulang kesalahan nya di masa lalu, ketika dia baru beberapa bulan menjadi seorang model dan berkenalan dengan model pria asal Jepang yang begitu baik dan sangat perhatian kepada nya, menimbulkan rasa suka di hati Jaejoong atas perhatian laki-laki itu, dan ketika Jaejoong benar-benar hampir menyukai laki-laki itu, ternyata sang model jepang hanya menganggap nya sebagai seorang adik laki-laki, dan tentu saja Jaejoong sangat malu sekali saat itu karena dia telah salah menilai, di belakang nya laki-laki itu mencemooh kan Jaejoong, dengan mengatakan Jaejoong mengejar-ngejar diri nya karena ingin mendompleng popularitas dia sebagai model yang terkenal, bermacam-macam cercaan dan hinaan diterima nya pada saat itu, setelah peristiwa itu Jaejoong menutup diri nya, dia hanya mempercayai teman-teman dekat nya dan bertekad suatu hari dia akan menjadi seorang model dengan bayaran lebih tinggi dari pada model asal Jepang itu.

“Boo… apa yang kau lamun kan ?” suara bass Yunho menggugah nya tersadar dari lamunan masa lalu yang tidak banyak di ketahui orang.

Jaejoong terdiam menahan nafas nya, bibir Yunho semakin dekat dengan bibir nya, lalu dia menundukkan kepala  menghindari tatapan mata Yunho yang mengalihkan konsentrasi nya untuk meyakin kan diri nya bahwa ucapan rindu Yunho hanyalah permainan laki-laki itu untuk kembali memperdayai.

Tangan Yunho mengangkat dagu Jaejoong dengan lembut, di tatap nya kembali mata indah yang memandang kepada nya penuh keraguan, “kedengaran nya memang aneh, tetapi itu lah yang kurasakan dua malam tidak melihat wajah mu.” Ucapan nya menyerupai sebuah ungkapan hati ketimbang sebuah kegombalan yang selama ini di ucapkan nya ketika memperdayai siapa pun. “apakah kau tidak merasakan seperti yang kurasa ?” tanya nya penuh kelembutan, menunggu jawaban Jaejoong yang benar-benar ingin di dengar nya secara jujur, bukan kepura-pura an.

Bagaikan hanyut oleh pertanyaan Yunho, Jaejoong pun bertanya kepada diri nya sendiri, “aaa.. aku tidak tahu.” Jawab nya dengan jujur seakan dia menjawab pertanyaan di dalam hati nya sendiri.

Yunho melepas kan tangan nya dari dagu Jaejoong, “mianhae.., aku menyulitkan mu dengan perasaan ku.” ucap nya, memaksakan diri nya tersenyum, “lupakan lah ucapan ku tadi.” Seraya meninggalkan Jaejoong yang masih merapat di dinding kamar dan kembali duduk di kursi yang di duduki nya tadi. Pria berkharisma itu telah berjanji pada diri nya sendiri tidak akan mencium atau pun menyentuh tubuh Jaejoong lagi, sejak menyadari kesalahan nya telah memperlakukan Jaejoong dengan kasar demi memaksakan nafsu nya malam itu.

“Sebaik nya kau segera mandi dan berpakaian, Yoochun akan mengadakan press conference siang nanti di salah satu ruangan hotel ini, atau ada baik nya kau menelphone dia, lain kali ponsel mu jangan di silent, membuat ku khawatir semalaman tidak berhasil menghubungi mu, sedang kan petugas hotel mengatakan kau keluar dari sini sejak sore hari.” Sekali lagi Yunho tanpa sadar mengungkapkan perasaan nya tadi malam ketika berpuluh-puluh kali menghubungi ponsel Jaejoong yang tidak diangkat, dan dia merasa lega ketika seseorang dari hotel mengabari bahwa Jaejoong telah kembali ke kamar nya pukul 1 dini hari.

tbc

——————————————————————————————————————————————————–

Author : Selamat Pagi all readers

- semoga latar belakang dari sisi umma Kim dapat di mengerti oleh all readers, untuk sisi appa Jung akan saya jelas kan di chap selanjut nya.

- Masa lalu Jae lah yang membuat nya menjadi angkuh dan sombong, semoga ini menjadi jawaban bagi beberapa pembaca yang bertanya-tanya di chap sblm nya.

- uhm Yun sdh mulai mengutarakan perasaan nya kepada Jae.

- apakah “war” YunJae akan terus berlanjut ?

- mianhaeyo, untuk readers yang comment di FF lama, saya agak bingung menjawab comment nya, hiks.. nggak hafal cerita setiap chapter nya, untuk FF ini walaupun telat tapi saya berusaha selalu membalas nya.

- untuk chap 11 mungkin baru pertengahan minggu saya update, kamsahamnida to all readers *peluk hangat and Happy Monday, have a great day, GBU

PS : Zee… mianhae nnimma comot nama mu #PLAAK *lancang blm dpt ijin

About these ads

45 thoughts on “Chapter 10 – My Beloved Model // YunJae // Yaoi

  1. aduh ummanya jae lucu bngt ya… dan appaya yunho juga terlihat kalau sangat konyol sekali.
    yunho nich sudah jatuh cinta sm jae… bener2 tak terduga. wah gmn ya kalau umma sm apa ketemu

  2. Mr.Jung suka sama Mrs.Kim ya?
    Huhh cinta nggak kesampaian, anaknya yang disuruh menyampaikan(?)

    Tapi nggak papa juga sih, kan gara2 ide usilnya Mr.Jung, Yunppa sama jaemma bisa saling mencintai(?)

  3. ternyat Mr Jung punya masalalu sama Mrs Kim yaaah
    aw aw aw nurun nih k anaknya
    tapi beda ver
    aah jdi itu alasan umma :’(
    naaah pan appa hati nya mulai luluh
    moga umma juga nyusul lulu
    klo gak q kawanin juga nih YunJae XD

  4. ampun dah , sebenernya cuma dkerjain gitu doank toooo ….
    appa jung dendam !!!

    appa dah mulai jujur thu dkit2 , tp ummanya masi ngira thu gag bnram kayanya …

    lannjjjuuutttttt , yunjae momentanya banyakin ya ….

  5. yunpa mulai jatuh cintakah sma jaema?..
    kyk.y iya tuh..

    knp sih mreka tuh kyki masih malu2 atw bingung ngungkapin perasaan mreka..
    lebih baek mreka pacaran aja gmn..?

    cepet lanjutt ya author
    faighting..^_^

  6. Kyaaaa…..
    Yun udh mulai suka sm jae, moga suka beneran bkn gegara taruhan sm appa x,

    Hoho…. Kim umma emg keren,,, ternyata umma jaechunminkyu jg temenan toh…

    Ayo eon bikin yun duluan yg klepek2 sm jae,

    Pasti appa jung malu.klo ketemu sm kim umma,
    Pantesan jung appa dendam.sm kim umma klo ky gtu,

    Tp aq bingung eon, knp yak kim umma lbh mlih bpak jae dlu dbanding jung appa???

    Kesiannnn jae,,,, dasar model menyebalkan, kesian jae, pantes jae jd nutup diri gitu,

    Hwaiting eon ditunggu lanjutan x :-)

    Oh iya eonni nntn running man 115 yg ad homin??
    Kesian yun little yunnie kena bola!!! Huuaaa keliyatan x sakit bgd cuz yun ampe pegangin gitu, senyum sengsara bgd yun….
    Wkwkwk….

  7. ternyata umma kim itu wanita perkasa ya….ckcckckck main banting ajag itu tuan jung….
    bapaknya playboy anaknya juga playboy…
    aku masih khawatir…ungkapan rasa yun itu bukan sebagian dr wae yunjae kan…
    keduanya sudah mulai bimbang dengan perasaan masing masing….
    aigoooo gak yunjae gak appa ummanya pada cute dan unyu unyu…

  8. nnimma …..
    kyaaaa ada nama akuuuu
    *hug
    *jingkrak2an
    *ditabok Minnie

    ohoooo …. Jae banget tuh
    dikasih kartu bebas sm Yun
    jd seenaknya dipake
    huahaha
    bagus ….
    manfaatkan selagi bisa.

    Umma Kim kisahnya seruuu
    seneng nih dapet peran yg agak2 naughty2 gimana gitu . hihihi
    pas bgt lagi nnimma aku juga punya genk ber 4 waktu high school dlu.
    aduh jadi inget kenangan lama
    hahaha

    Ini berasa kayak cerita balas dendam gitu ya
    Appa Jung nyuruh anaknya buat deketin Jae
    balas dendam kah
    karena tadinya ga bisa jadi sm umma Kim

    hahaha
    Jae sama Yun
    ketularan emak bapak nya ih …

    itu Yun bilang kangen beneran kah ?
    apa lagi-lagi masih trik buat menangin taruhannya sama appanya ?

    aigooo

    mudah2an cepet nyatu deh mereeeka
    ga bosen apa main2 terus
    *colek YunJae

    gomawo udh pke nmaku nnimma

  9. waahhh Raing ini author plng rajin loh, sdh di update cpt, secepat kecepatan cahaya, kkk~
    Jelas lah smua pertanyaanku, ttng spt apa umma Kim. Dan Yunho yg lngsung mengungkapkan perasaannya, kynya Jae jg lama ngeblsnya, soalnya dia trauma juga sama model yg di Jepang..
    Di ff ini ChangKyu gak pacaran yah?
    Trus hint Yunjae dikit bgt u,u walau tetap manis dg grepe2 plus pengakuan cintanya siihh~
    Blm puas YunJae momentnya T_T

  10. I like it! *angguk2 dgn mata berbinar* :D , Jaejoong bisa sedikit jual mahal di chap 9 dan 10 ini .
    apalagi di chap 9 – jae nangis pas mau di rape yunho …whuuaa…kesannya malah makin bikin napsu !!

    Lucu di part : Yunho inspeksi kolornya Jae *pengen ikut narik2 * :D –geee…[mesum mode on]

  11. Kakak, update juga ^^
    Wah, akhirnya alasan jaejoong terungkap kenapa dia belum bisa terima yunho
    Makin asik nie FF-nya dan di buat mati penasaran sama Mr.Jung ayah Yunho kenapa alasanya masih belum jelas..
    Mrs.Kim SMA-nya axis juga yah kekekek..
    Nggak nyangka..
    Apa yang terjadi yah kira2 pas confrensi persx huhuhuhu.. Penasaran :)
    Kakak aku tunggu chapter selanjutnya, ne..
    Semangat kakak semoga makin keren lagi chapter selanjutnya :)

  12. Ya ampun tante dirimu usil sekali dan narsis akut pulak *lirik eomma nya jae* Pantas bpknya yun dendam sm kim family.
    Jae matre udh turunan..

    Perangnya lanjut ga ya ? hmm,untuk masa lalu jae yg di ceritain diatas hrsnya sih dia mikir berkali2 buat ngeyakinin perasaannya sama perasaan yun ke dia.

    Nungguin point of view nya bpknya yun samakah alasannya dgn yg dijelasin ibunya jae. Apa ada alasan lain?

  13. Kyaaaaa…Zee jdi umma nya jae…wkwkwk…cocok..

    Buah jatoh gk jauh dr phonnya…peribahasa ini cocok banget untuk ff ini…

    Seru pas umma Kim crta tentang geng para umma…pasti dlu mrka kren bnget..
    Umma Kim gk cm jahil..tp jg player + matre..#plak..

    Trnyta bg2 to crta masa lalu Umma Kim dan Appa Jung..
    Pantesan Appa Jung malu..trnyta dy cm di manfaatkan sma umma kim..wkwkwk..
    Dan i2 yg bkin dy nyuruh anaknya buat nyakitin anak mantannya..buat nge’bales perbuatan umma nya..
    Gk sbr nunggu appa jung dan umma kim ktemu..
    Truz gmana reaksi mrka kalo tau anaknya trnyta sling jth cnta..*walo msh dlm proses*

    Ah…yun dah mulai jujur…
    Tp kyaknya jae yg msh menutup hati mengingat masa lalu nya yg bruk…
    Mencintai sepihak..di tmbah lgi dpet hinaan dan cercaan..
    Brarti emank sjak awal jd model jae i2 udah menyimpang ya eon…mksdnya dy udah gay sjak awal..
    Tp krna kejadian i2 dy menutup hatinya dan mulai brsikap angkuh…

    Kyaknya “war” yunjae blom sls smp sni dech…apalagi skrg Appa Jung dan Umma Kim sama2 tau…mrka pasti bkal bantuin anaknya biar menang..

    Mungkin ‘war’ nya bru bnar2 brhenti..stlh sang anak menyadari perasaan mrka msing2..dan pastinya di chap akhir kan..

    Nice chap eon..neomu joahe.. <3
    Chap 12 jgn lama2 ya eon..
    Blog sodara blom siap ya eon..??
    Kalo udah siap kan..sambil nunggu eonnie bs bc ff yg laen dlu..

  14. kyaaaa kyaaaa gank umma2.kekekek brasa ingt flm Sunny.
    pasti sru bnget msa high school mreka.
    umma sma anak sma aj sifatnya…tpi lebih licik ummanya jaema dri pda anaknya+narsisnyaaaaa ga ktolongan.
    untk chap ini fokusnya bnyak k crita masalalu ummanya Jae…eonni klw bsa chapter slnjutnya d bikin seimbang antra konflik msalalu appanya yun dgn mslah yunppa &jaemma…porsi yunjaenya d bnyakin.

    yunppa kyaknya udh mlai cinta…asik asik!!!
    aplgi stlah dia udh janji sma dirinya sndri ga bkal cium atau grepe2 jaemma lgi klw bkan suka sma suka.itu artinya dia tulus..
    ngarepsih jaemma bkin yunppa ngejar2 dia,d tarik ulur dlu prasaannya.

    eonni aku tunggu chap slnjutnya.hwaiting ^o^/
    hwaiting buat chap selajutnya.
    hwaiting buat nulisnya..
    xoxox*cium Yunppa* ㅋㅋㅋㅋ

    • Seru ya geng nya umma kim, pasti lah licikkan umma nya, tp lbh berani Jae dlm hal bertindak.

      Selama Jae blm ngutarain suka nya sama Yun, itu berarti nggak ada adegan poppo di chap selanjut nya *lega

      Kamsahamnida udh review n nyemangatin eonnie

  15. hai..hai..appa yun sudah mulai jujur sama perasaannya..tinggal nunggu umma boo..hehehe
    ayo umma blg cpatlah menyadari persaanmu..nanti keburu appa diambil orang lho

    mantan pacar bkalan jd besan..hohoho..penasaran liat ekspresinya Mr.Jung sm Mrs.Kim pas ktemu nanti..

  16. Oh ternyata dan ternyata msa lalu yg mnjdi akar semuanya ….. #bahasa ayam plak
    Kyaaaa !!!!! yunppa dh mulai jatuh cinta ma jaeppa ? Kyaaaa ….. hmm war na di terusin g ? Hehehhehe
    Wah umma kim ternyata sma jahilnya ma mr jung. Eu kyang kyang gokil …..
    Oh chingu ntr si yunppa bkl taw g msa lalu na jaeppa ? Trs apa yg d lakukan ma yunppa selanjutnya ? Hmmm apa yunppa g mw nyium jaeppa krn ingin tw perasaannya jaeppa ato ingin tw perasaannya sndr klu dya bnr2 cinta ma jaeppa ? #aigoo bingung #plak …..
    Chingu cpt update yah ….. kyaa pnsrn stadium akhirneh ….. hehehehehe …..
    xD

  17. annyeong chingu :)

    aku pembaca setia di blog ini lho. tiap hari selalu ol buat ngintip kalo kali aja chingu udah update fic terbaru. tapi jeongmal mianhae, selama jadi reader baru kali ini (bisa) ngepost komen, soalnya nggak tau kenapa tiap mau ngepost komen koneksi internetnya jadi busuk banget -,- (padahal aku udah ngetik komen super panjang lho chingu, bener deh).

    aaa, joa joa neomu joaaa :) dari kemaren udah nggak tahan pengen bilang sukaaa banget sama fic ini. daebak daebak :D

    awalnya suka sama karakter liciknya yunho, dan sekarang udah mulai jadi lebih cowok (eh?) aku jadi tambah sukaaa :D

    jae jae jae. penasaran banget sama masa lalunya jae. apa aja sih yang udah kejadian sampe bisa bikin dia punya karakter kayak gitu??

    chap selanjutnya pertengahan minggu? lama banget chingu. tapi bakal ditunggu dengan setia kok :)

    mianhae buat review gajenya, hehe, gamsa :D

    • Annyeonghaseyo chingu ;-)

      Salam kenal, thks ya sdh review dan kali ini berhasil masuk review nya.

      Yun licik mmg bakat, utk manly nya ehm.. Udh dr sana nya.

      Jae ? Kan sdh eonnie jelas kan di chap ini sebab nya Jae menjd angkuh n sombong.

  18. whoa… Update lg
    ouwh trxt masa lalu jae n umma kim bgtu to….
    #manggut2
    trxt umma kim player jg..
    Ngebayangin gengx para umma wkwkwkwk gokil
    yun dah ungkapin perasaanx moga bkan trik dy…
    Jj msh bingung ma perasaanx…
    Kayakx tanda2 perang akan berakhir nie..
    Lanjutkan eon
    q tunggu d next chap

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s